Pages - Menu

Thursday, July 31, 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Model : Olivia Zalfa Nur Wahidah (Sepupu)

Selembut apapun angin berhembus.
Pasti pernah menebarkan debu.
Seputih apapun baju.
Tak ada yang tanpa noda.

Sebaik apapun manusia.
Pasti pernah khilaf dan melakukan kesalahan.

Semasa hidup bersimbah khilaf dan dosa.
Berharap dibasuh maaf.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H.
Mohon maaf lahir dan bathin.

-Santi Santika Wahyuni (yang akan berkeluarga) -

Thursday, June 19, 2014

Rintihan Rabiatul Adawiyah Sang Srikandi Islam


Rintihan Rabi’ah sewaktu kesunyian di ketenangan malam ketika bermunajat kepada Allah:

“Ya Allah, Ya Tuhanku. Aku berlindung diri kepada Engkau daripada segala yang ada yang boleh mengosongkan diri daripada-Mu, daripada segala pendinding yang boleh mendinding antara aku dengan Engkau.


Tuhanku! Bintang-bintang telah menjelma indah, mata telah tidur nyenyak, semua pemilik telah menutup pintunya dan inilah dudukku di hadapan-Mu.


Tuhanku! Tiada kudengar suara binatang yang mengaum, tiada desiran pohon yang bergeser, tiada desiran air yang mengalir, tiada siulan burung yang menyanyi, tiada nikmatnya teduhan yang melindungi, tiada tiupan angin yang nyaman, tiada dentuman guruh yang menakutkan melainkan aku dapati semua itu menjadi bukti keEsaan-Mu dan menunjukkan tiada sesuatu yang menyamai-Mu.


Sekalian manusia telah tidur dan semua orang telah lalai dengan asyik maksyuknya. Yang tinggal hanya Rabi’ah yang banyak kesalahan di hadapan-Mu. Maka moga-moga Engkau berikan suatu pandangan kepadanya yang akan menahannya daripada tidur supaya dia dapat berkhidmat kepada-Mu.”


Ibadah kepada Allah bukan karena takut neraka ataupun menginginkan surga, namun hanya satu, yakni kecintaan kita kepada Allah.

***

Untaian rintihan wanita dengan wewangian surgawi itu seakan begitu kurasa lekat dihati dan bibirku.
Meski aku cukup tahu diri, jauh sekali diri ini dari segala kesempurnaan sebagai seorang wanita dan hambaNya.

Betapa luar biasanya mereka yang mampu dan selalu dekat denganNya.

Lalu kubiarkan air mata kembali menjadi saksi ke-random-an yang menerpa hatiku saat ini.

-Sukawarna, 19 Juni 2014-

Sunday, April 6, 2014

Penuhilah Janjimu

Teruslah berjalan sampai semuanya terealisasikan.

It's a big world, bukan fairytale. Usahamu hari ini yg kan menentukan masa depanmu. Bukankah telah datang kepadamu banyak hikmah, maka penuhilah semua janji-janjimu pada dirimu sendiri untuk menjadi seorang yang lebih baik disetiap harinya. Tlah kau simpan angan yang membumbung tinggi diangkasa, dan ini perlu effort  yang tidak biasa untuk dapat merealisasikannya. 


Hati dan nafsu memang tak mudah tuk dikendalikan. Tapi apakah lantas semua mimpi dan angan yang telah kau rencanakan akan berlalu sekedar hiasan pena diatas kertas saja? 

Maka penuhilah janjimu, dan biarkan senyum kebanggaan dari orang-orang tercinta yang kan melepas dahaga dari lelahmu.

Thursday, January 30, 2014

Beliau yang Kupanggil dengan Sebutan Bapak.

Setiap pagi tidak pernah absen untuk muncul di notification sms : "ngantor?"
Dan mendekati pukul 7 malam pun tak pernah absen dengan satu kata : "kuliah?"
Sesekali saat tahu anaknya masih belum istirahat karena masih ada yang perlu diselesaikan, beliau sering menemani dengan sedikit cerita tentang hari-harinya disana, bertanya tentang kerjaku, bercerita tentang hal-hal sepele namun kadang membuatku tertawa sendiri dikamar, terkadang terjadi perdebatan alot hingga bergulir kalimat-kalimat nasihat darinya. Beliau, yang kupanggil dengan sebutan Bapak, sedang adik-adikku sering memanggilnya dengan sebutan Abah.

Satu hal yang slalu diingat dari Beliau : tak perlu pangkat yang tinggi, harta yang berlimpah, dan titel yang panjang untuk menjadi orang dewasa, jadilah sebaik-baiknya aku disetiap hariku, waktu yang akan mendewasakanku. Tak ada jaminan kebahagiaan dari dunia jika tak mampu mensyukuri apa yang sudah dimiliki. Aku berhak atas hidupku, aku berhak atas mimpiku, maka lakukanlah yang terbaik yang bisa aku lakukan, jadilah yang manusia yang bisa menebar manfaat dan meringankan kesulitan orang lain. Ah, Bapak aku rindu :'( 

Masih lekat di ingatanku, dulu saat masih sekolah dasar ingin sekali punya meja belajar seperti orang lain, yang ada kursinya, ada lemarinya, ada tempat menyimpan bukunya. Tapi aku bukanlah tipe orang yang banyak menuntut untuk hal seperti itu, maka kusimpan saja keinginan itu dalam doa dan buku diary seorang anak SD yang tergeletak dimana saja. Saat kelas 4 SD, Bapak menghadiahkan meja belajar yang sesuai dengan doaku, ada kursinya, lemarinya, rak bukunya, dan cat warna hijau. Bapak menghadiahkan itu karena aku bisa rangking 1 di kelas dan memenangkan beberapa lomba bidang studi di kabupaten. Ya, dari kecil Bapak sudah mengajariku bahwa hidup itu harus seimbang, ada hak dan kewajiban, harus berjuang dahulu untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Santi kecil memang belum berpikir sampai sejauh itu, Santi kecil hanya tahu bahwa jika ingin mendapatkan hadiah harus belajar yang rajin,  hanya sekedar itu saja.

Sudah 20 tahun lebih Bapak berkolaborasi dengan Mamah mendidikku sampai sejauh ini, tapi sampai saat ini belum bisa aku membalas apa yang telah mereka persembahkan. Meski aku tahu mereka ikhlas untuk apapun yang telah mereka persembahkan untuk buah hatinya. Bapak, Mamah, semoga Allah karunia panjang umur dan sehat selalu, semoga masih ada waktuku untuk bisa menjadi anak yang berbakti. 


Bapak, doakan teteh lancar kuliah, kerja dan bisnisnya. Semoga bisa fokus dalam karirnya. Biar bisa lebih banyak membantu orang lain lagi :')

Wednesday, January 8, 2014

#Random080114

Sebenarnya mereka yang perhatiannya tertuju pada Allah SWT, tidak akan mencari-cari perhatian manusia.