Pages - Menu

Showing posts with label RENUNGAN - Ringan. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN - Ringan. Show all posts

Wednesday, February 20, 2013

Menghadirkan Hari yang Baru


Sudah menjadi hukum alam bahwa segala sesuatu telah Allah SWT ciptakan dengan berpasang-pasangan. Ada siang dan juga ada malam, ada laki-laki dan juga ada perempuan, ada benar dan juga ada salah, ada hitam dan juga ada putih, dan contoh yang lainnya.

Setiap hari, rasa cinta ini padaNya tak pernah berkurang. Malah terus bertambah dan akan terus bertambah. Allah SWT begitu sayang pada saya, pada semua, pada umatNya. Walau pada kenyataanya, masih jauh ungkapan syukur itu saya persembahkan untukNya.

Saya bersyukur
Allah telah lahirkan saya dari Ayah dan Ibu saya sekarang.
Allah telah tempatkan saya dilingkungan yang membuat saya mau tidak mau harus bisa berjuang sendiri.

Allah itu tahu apa yang saya butuhkan, bukan apa yang saya inginkan :)

Hari ini ada tekad yang begitu kuat hadir dan selalu terbesit dihari-hari kebelakang. Ada yang telah hilang didalam diri saya, tapi bukan hilang. Hanya sedikit memudar. Entah itu apa, dalam bayangan saya itu adalah hal yang sederhana, tapi ternyata sulit untuk disederhanakan. MasyaAllah.

Iman itu nyata-nya memang ada naik-turunnya. Saya merasakannya. Tapi saya teringat nasihat seorang Ustadz Darlis saat kajian Islami di Kampus, bahwa memang iman bisa naik turun, tapi jangan biarkan itu menjadi hal yang biasa dan wajar. Dampaknya akan membuat kita biasa-biasa saja ketika iman sedang turun. Naudzubillah.

Saat ini, yang ada dibenak saya adalah seperti sedang memutar sebuah film dokumenter perjalanan hidup saya. Bagaimana perjalanan saya ketika memulai mengenal Allah SWT dengan sesadar-sadarnya hingga begitu sangat mencintaiNya. Belajar menemukan jati diri saya. Ah, seperti itu ya ternyata hidup, terus berjalan, bergolak, penuh warna.

Teringat pada masa dimana semangat membara untuk memperbaiki diri, berkarya untuk sesama, berkarya di jalan-Nya. Saya yang selalu diliputi ambisius yang begitu tinggi. Segala bentuk kompetisi dan seminar selalu disempatkan dengan maksimal. Begitulah, selalu mau menjadi yang paling baik, walaupun pada dasarnya, sikap seperti itu tidak boleh dipelihara. Tapi itulah diri saya. Tanpa sikap itu, saya takkan bisa menjadi seperti ini sekarang. Seseorang yang selalu ingin bermanfaat untuk sesama, ummat, dalam rangka berda’wah di jalan-Nya. InsyaAllah. Rindu sekali masa itu.

Namun, bukanlah seorang yang beriman jika dilahirkan tanpa dengan ujian. Allah memberikan ujian kepada hambaNya untuk melihat sejauh mana dan sebesar apa cinta hambaNya itu kepadaNya.

Ya, mungkin sudah bisa ditebak kemana arah pembicaraan ini :)

Ketika saya diperkenalkan dengan sebuah kosakata cinta.Ketika Allah mengajarkan betapa indahnya mencinta dan dicinta. Kala itu pula segala rasa ambisius ini berhasil terpupus. Karena saya belajar tentang arti ketulusan, tentang makna kelembutan hati. Ckck, dampaknya sangat besar untuk hidup saya saat ini. Meski masa kelam itu terus membayangi hari saya. Meski rasa sesal itu terus melingkupi diri.

Saya belajar untuk bisa lebih peka dan empati, lebih bisa berbicara dengan hati.Itu karena seseorang pernah mengajarkan saya tentang hal ini. Tentang indahnya mencinta. Tentang makna cinta sebagai kata kerja. Ah, tiba-tiba saya sangat begitu merindukannya. Bagaimanapun juga, dia selalu memberi saya semangat, mendorong saya untuk terus berkarya dan bisa bermanfaat bagi sesama. [tarik nafas]

Iya, itulah sepenggal cerita dari film dokumenter yang sedang berputar diotak saya.

Kini saatnya saya menghadirkan hari yang baru.
Saya yang lebih baik. Saya yang bisa lebih berkontribusi kepada sesama.
Kembali menapaki jalan-jalan Illahi.

Mungkin teman-teman penasaran kenapa saya tiba-tiba menulis ini.
Saya hanya ingin berbagi kisah tentang kehidupan saya saja sebenarnya. Semoga ada yang bisa diambil manfaat dan pembelajarannya. Beberapa hari yang lalu hati saya begitu sangat terketuk ketika melihat foto-foto saudara Muslim/Muslimah di Syria harus bertahan hidup seperti itu. Ada foto seorang bayi yang seluruh badannya bekas disayat-sayat oleh pisau, terbujur kaku dan membiru, teriris-iris hati ini. Dia yang tidak berdosa harus menanggung hal seperti itu. Surga Firdaus tempatmu, Dek. Semoga Allah segera memberikan solusi terbaik untuk ummat Islam disana. Semoga, aamiin.

Lantas apa yang bisa saya lakukan? Tidak ada apa-apa kecuali untuk selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Dan doa saya takkan terasa begitu sempurna jika saya tidak terus memperbaiki diri setiap harinya.

Ya, Allah Engkau Maha mendengar suara jerit hati ini. 

Bismillah, semoga Allah mudahkan hari-hari baru ini.

---

Jl. Mentor, 20 Feb 2013

Friday, July 20, 2012

BERBAGI ?

BERBAGI ?? ya B-E-R-B-A-G-I..

Merupakan topik yang tidak habis2nya untuk direnungkan. ketika perenungan ini bermuara pada wujud implementasi tingkah lakunya, akan muncul dorongan untuk berbagi lainnya. inilah manusia yang ditaruh dalam hatinya oleh Sang Pencipta Kerinduan untuk senantiasa berbagi. berbagi mengindikasikan pengorbanan dan kerelaan untuk memberi.

Semakin banyak memberi, maka kita semakin tidak merasa kekurangan. pengorbanan yang paling tinggi adalah dalam bentuk penyangkalan diri, yakni ketika yang dikorbankan adalah harga diri sendiri untuk meningkatkan harga diri orang lain.disinilah keindahan berbagi daripada sekedar menerima. Namun, pergeseran paradigma moral saat ini telah membawa keindahan lain yang sifatnya semu, yakni keindahan dalam mengambil bukan dalam memberi. bahkan dilain pihak banyak individu saat ini justru mau berbagi dan memberi untuk mencapai popularitas diri. berbagi bukanlah merupakan bungkus yang tampak dari luar saja, melainkan sesuatu yang berasal dari dalam. itulah sebabnya ketika seseorang berbagi dengan oranglain. cukup diketahui oleh yang menerima perhatian dan kasih kita serta Sang Khalik yang melihat hati yang tulus untuk berbagi..
Selamat berbagi :) 

Friday, July 6, 2012

Flashback before HOLIDAY

Coba tebak siapa?
 
"Libur telah tiba, libur telah tiba..
Horee..!! horeee..!! "

Sejenak aku mengingat lagu yang sudah tidak asing lagi mungkin dikalangan temen-temen. Dibawain sama artis cilik pada masa aku masih cilik juga. Loh, berarti sekarang? Sekarang aku sudah dewasa tapi masih unyu-unyu *ups.

Kembali ke...? *NgikutinGayaPresenterdiStasiunTV

Oke, come back to the topic. Hari ini adalah hari pertama "Holiday". Yayy!!

Semua itu memang sudah ada masanya.
Ada masanya kita harus sibuk terus, dan ada masanya juga kita nyantei abis.

Allah sudah membuatnya dengan skenario yang begitu indah. Yang aku rasain sih, emang bener kalau ada yang bilang "Allah tidak menciptakan setitik noktah pun yang tanpa ada alasannya".
Sedikit demi sedikit mulai terjawab apa yang ada dibenak aku selama ini.

- Mengapa Allah mentakdirkan aku kuliah di Bandung ?
- Mengapa Allah mentakdirkan aku kuliah di jurusan Teknik Informatika ?
- Mengapa Allah memberi jalan untukku bisa ikut beberapa organisasi di kampus ?
- Mengapa Allah mentakdirkan aku kuliah di jurusan yang mayoritas makhluk laki-laki ?
- Mengapa Allah mentakdirkan aku nge-kost di ... ?
- Mengapa ... ? Mengapa ... ? Mengapa ... ?

Banyak sekali "Mengapa?" di otak kanan dan kiri ku yang perlahan-lahan aku mulai mendapatkan jawabannya. Banyak pengalaman yang aku dapatkan di kota besar ini.

Jauh dari orang tua, awalnya home sick sering banget melanda pas awal-awal semester satu. Lama-kelamaan pulang kalau ada sesuatu yang penting saja. Selain karena ongkos bolak - balik yang lumayan nguras dompet adalah karena aku suka sakit setelah melakukan perjalanan luar kota. Ngomong-ngomong kayak Sumedang - Bandung itu jauh banget ya? Hihi.

Di kota besar ini juga aku menemukan beragam macam karakter dan rupa-rupa kehidupan. Teman-teman dengan beragam gaya. Sampai akhirnya di akhir semester ini aku kocar-kacir kesana-kemari dengan bocah-bocah yang tidak jauh beda gila-nya denganku.

Ratih, Fitri Iswari, Hilda & Santi
Ada Fitri Iswari (a.k.a.Ucing) dengan sikap jutek dan lempengnya, menyeramkan kalau lagi ngambek tapi aslinya baik dan akhwat "ganteng" yang shalihah. Suka ngingetin kalau mulai aku macam-macam. Mmmh, sering banget aku perang dingin sama dia gara-gara tugas. Haha, tapi besoknya juga udah damai lagi. *aneh

Ada Kakak Ratih Destia Putri (a.k.a. Emak) penjelmaan seorang cewe tomboy yang berusaha menjadi mahluk yang anggun (Peace Kakak ;). Jago main musik dan kalau lagi bete tuh pasti dieeem aja. Terkadang lucu, kocak dan paling semangat kalau ada katalog baru Oriflame :p Terimakasih telah menjadi pelanggan setia ya.

Nah kalau ini Si Cantik dari Setiabudhi Neng Fitria Hilda Febriani (a.k.a. Bunda) yang lengket banget sama Bang Randy Setyawan. Udah kayak amplop dan perangko. Hilda itu orang yang paling modis diantara kita dan paling sering komen kalau fashion yang aku pakai itu saltum. Dia memiliki naluri kewanitaan yang lebih dalam dunia narsis-city. Hal ini bisa dibuktikan, silahkan di cek laptopnya, HD lebih space untuk foto atau tugas kuliah? Dia jago banget kalau udah ngubek-ngubek Photoshop yaa meski cuma buat ngedit foto-fotonya sendiri. Cita-cita besarnya adalah ingin membuat skripsi "mengedit foto". Akakaka :p Ngaco nih!

Selain mereka yang aku sebutin diatas, banyak banget temen-temen yang mewarnai hidup aku di kota besar ini. Ada Ukhti Cristy, Mas Syamsu-l, Ukhti Tita, Teh Uci, Ukhti Tya, Bapake Zia, Bang Abdi, Selly, Senja, Yunikha, Bang Irpan, A Ramdan, Mas Dian, Bang Yogi, Bang Alfi, Chyntia, Bang Ahmad, Danar, Kiswari, Aji, A Roheng, Aled Suryana, A Riki Mulyana, dan yang lainnya. Kayaknya aku keburu pegel kalau harus disebutin semuanya. Maaf ya.

IT 2010 di Saguling

Menjelang akhir semester ini sekaligus mau liburan kurang lebih dua sampai 3 bulan, I wanna say Congratzh!! atas pencapaiannya disemester ini. Selain itu juga aku mau ngucapin mohon maaf lahir batin dari hati yang terdalam untuk temen-temen semua, berhubung bentar lagi kita mau bareng-bareng shaum Ramadhan. Bakalan kangen sama temen-temen semua. Kalau kembali ke Bandung lagi jangan lupa oleh-olehnya untuk aku yaa *wink*

Segini dulu ya untuk hari ini. Mudah-mudahan esok masih ada tinta yang ingin kutuangkan. See u at the top, Friends!

------

Embrace - Santi Santika Wahyuni